Copyright © rien.nosaur
Wednesday, March 11, 2015

Bronchitis Kronis

Post ini dibuat di rumah sakit Surya Husadha, kamar no 412.

Hai teman - teman,
Saat ini aku dirawat di rumah sakit. Iya di rumah sakit, hiks...
Kata dokternya aku divonis (cieh divonis) kena bronchitis kronis plus ada kuman di lambungku. Ngga seru banget yah, soalnya di keluargaku ngga ada keturunan sakit pernafasan yang kayak gini. Banyak yang nanya kok bisa sih kena bronchitis. Bukannya bronchitis itu penyakit anak - anak? Nah, aku sendiri juga ngga tahu.
Kronologi bisa dibawa ke rumah sakit tu sebenernya gini:
Jadi, aku udah batuk - batuk nonstop sejak tanggal 16 Februari 2015. Pas itu aku inget banget lagi ngadain meeting penguji TA pas malem2 dingin ujan hatiku sepi (apa sih rien? wkwkkw). Dan si batuk betah banget diem di aku sampe skr. Pas nguji TA tu paling parah. Batuknya heboh kayak ngerap. Jadi setiap ngomong 1 kata langsung batuk. Kukira batuknya hanya batuk biasa, tapi batuknya ternyata bukan cinta (red. batuk) biasa, batuknya luar biasa. Setiap batuk selalu sakit di bawah dada kiri dan kanan. Sampai ngga kuat buat narik nafas dalam dan sesak nafas.
Hari Sabtu (7 Maret 2015), ternyata aku sudah mulai ngga kuat. Jam 5 pagi ngerasa kayak mau pingsan saking sesaknya. Jam 7 minta dianter Yogi (suamiku) ke RS dan dibawa ke UGD. Sampai di RS, dibilang bronchitis kronis dan hasil USGnya dibilang ada kuman di lambung yang memicu sakitnya ngga sembuh - sembuh. Jadi harus diopname dan sampe hari ini ngga pulang - pulang.
Disitu kadang saya merasa sedih.
Sedih banget karena jauh dari anak - anak.
Sedih karena kerjaan terlantar.
Sedih karena ga bisa bimbingan proposal.
Sedih karena ga bisa ikut ngeRsi Gana yang dilakuin 25 tahun sekali.
Sedih udah ngecewain suami karena sakit terus.
Banyak jadinya yang harus dikorbankan.
Tapi sekarang jadi berpikir apa emang disuruh istirahat yah. Yah walaupun caranya ngga harus gini juga. Mungkin aku terlalu banyak yang dikerjain. Kerja full, kemarin - kemarin sibuk banget Dies, dan ujian TA, trus kuliah, proposal ga beres-beres sama jadi mama macho performance dan istri yang keji.
Yah, mungkin sudah waktunya Saras 008 istirahat dulu yah...
Dibalik kesedihan ini, aku merasa bahagia karena banyak keluarga, reka - rekan, sahabat yang mendoakan kesembuhan dan datang berkunjung kesini. Seneeeeng banget rasanya. Terima kasih semuanya. Ngga bisa bilang apa - apa, cuma bisa bilang terima kasih dan semoga segala kebaikan datang dari berbagai sisi untuk semuanya.








Masih banyak sebenernya yang dateng tapi kita ga fotoan. Hehehehee...Tapi terima lasih semuanya yahhh... Jagalah kesehatan semuuaaa


xoxo
Rizen

Friday, August 22, 2014

Ajik.

Rabu, 25 Juni 2014 tepat jam 5 pagi, bapak mertuaku meninggal.
Seorang ayah, suami, dan kakek dari 2 orang cucu laki – laki yang sedang aktif dan menyayangi kakeknya. Bapak mertua yang selalu kupanggil Ajik ini meninggal karena sakit komplikasi Jantung, hati, dan paru – paru yang sudah dideritanya sejak lama.
Kabar duka ini tentu saja mengguncang keluarga kecil kami.
Walaupun seluruh keluarga sudah pasrah selama Ajik sakit, tapi tetap saja menyadari Ajik sudah tiada seperti mendapat berita yang mendadak.
Dan hal yang benar – benar membuatku menangis adalah melihat suamiku.
Ayahnya meninggal sehari setelah ulang tahunnya ke-30 tahun.

Kehilangan mertua itu rasanya sama mungkin seperti kehilangan orang tua kandung.
Kehilangan Ajik sangat menyesakkan hatiku. Berkali – kali jika ingat Ajik, rasanya ada sesuatu yang tertahan di dada, sakit sekali di daerah leher sampai tanpa sadar berurai air mata dan akhirnya menangis bertubi – tubi.
Ketika Ajik sakit dan harus masuk rumah sakit untuk ketiga kalinya, ada perasaan yang berbeda yang kurasakan. Pertama, jujur saja aku sudah pasrah. Namun melihat kondisi rumah tangga keluarga kami yang begitu crowded, aku berpikir harus kuat dan tegar. Ajik sudah sakit sejak lama, sangat tidak tega melihat Ajik yang sudah mulai bicara ngawur dan tentunya ia tidak pernah tidur tenang. Apalagi ketika di ruang ICU, tubuhnya terus dipasangi alat sehingga ia tidak bisa berkomunikasi dengan keluarganya dengan normal.
Kedua, dengan diopnamenya Ajik di rumah sakit, otomatis pola hidup kami akan berubah. Anak – anak akan kembali dititip kesana kemari atau pekerjaan serta kuliahku akan mulai harus berubah sistemnya. Dan itu tidak mudah untuk mengatur waktu serta hal – hal lainnya. Syukur aku punya ibu mertua dan adik – adik ipar yang secara otomatis punya rencana untuk membantuku mengurus Wah Giri dan Wah Senna.

Pada saat Ajik sakit, aku sama sekali tidak pernah menangis.
Tidak tahu kenapa. Tapi aku sama sekali tidak menangis dan tetap melakukan kegiatan. Karena aku bekerja dan kuliah, setiap pulang kerja atau kuliah aku langsung ganti shift dengan ibu mertua untuk menjaga anak – anakku.
Kemudian aku dapat kesempatan untuk menjenguk Ajik di ICU.
Melihatnya di ruang ICU aku pun mulai menangis
Namun….
Aku hanya mendapat kesempatan itu satu kali.
Hanya satu kali.
Dan itu pun aku tidak boleh masuk ke dalam ICU.

Dan setelah itu aku tidak bisa bertemu dengannya lagi.
Tahun lalu dan dua tahun lalu, ketika Ajik masuk ruang ICU, aku masih bisa bertemu dengannya. Bercakap – cakap dan berbincang tentang pekerjaan dan anak – anak. Apalagi 2 tahun lalu ketika aku hamil, Ajik berpesan agar aku makan yang banyak dan jangan terlalu stress mikirin Ajik. Pikirin aja Wah Giri dan bayi di kandungan. Ajik bilang Ajik pasti sembuh.

Selama Ajik masih hidup, Ajik adalah salah satu orang yang sangat mendukung apa yang ingin aku lakukan. Sejak mengenalnya dari tahun 2007, Ajik selalu murah senyum dan selalu sabar. Dia tidak pernah marah jika aku pulang terlambat dan selalu memberikan cerita – cerita yang tidak pernah aku dengar sebelumnya. Ajik juga yang membantuku memberikan ide – ide untuk kuliah S2, bahkan membantu memasang frame padahal saat itu Ajik lagi sakit. Dia juga berjanji akan datang pas aku pameran. Tapi tidak terealisasi karena Ajik meninggal beberapa hari sebelum aku pameran.

Selamat jalan Ajik.
Kami akan menjaga ibu, adik – adik dan cucu.
Maafkan kesalahan Ririen selama ini sebagai menantu dan anak Ajik.
Sampai berjumpa lagi Ajik.



We love you.
Thursday, December 26, 2013

I'm 26 and I'm Gorgeous!

Desember 2013.
Yoi, usiaku sudah masuk ke angka 26 tahun.
Tua.
Hahaahhaahaha.
Setahun ini sudah banyak yang terlewati dengan sangat bahagia. Karena ulang tahunku di bulan Desember, uda deket taun baru nih, jadi kita flashback bentar ya apa yang terjadi di usia 25 tahunku itu. Mari kita review sedikit yaaah!

1. Aku melahirkan Wah Senna secara normal. Masih tidak bisa dibayangkan rasanya. Sebuah prestasi yang berhasil aku ukir, dan gara – gara melahirkan normal ini aku sampe kepikiran mau buat piala untuk diriku sendiri, hehehe..
Pialaku

2. Berhasil menjadi mama ASI dan Wah Senna lulus S1 ASIX. Sejak melahirkan anak kedua, aku bener – bener ngotot untuk HARUS BISA MENYUSUI. Mengapa? Karena dulu Wah Giri sama sekali ngga mau ASI (dasar anak SAPI!). Jadi jika diizinkan, anak kedua ini harus bisa ASI Eksklusif. Dan ternyata Wah Senna termasuk anak yang ngga pilih – pilih sama susu. Malah nagih dikasi ASI (Kalau yang ini kayaknya sifatnya keturunan… hehehe). Meski banyak aral melintang dalam proses menyusui, seperti harus kembali bekerja, memompa setiap 2 jam sekali, mompa di kantor pas jam – jam bekerja, jadi pemakan segala supaya punya energi sampai begadang – begadang dijalanin. Hasilnya, Wah Senna sekarang jarang banget sakit. Daya tahan tubuhnya bagus dan beratnya (aku belum nimbang), beratnya BERAT BANGET! Hahahaha… Selain itu, aku jadi kurus. Kata banyak orang, aku kurus. Bukan langsing, bukan bohay, bukan semok, tapi KURUS. Ada yang bilang kayak kurang gizi, ada yang bilang kekurusan, ada yang bilang, “Kamu sapa?” wkwkwkwkw (bohong ding). Ya sudahlah yang penting anakku sehat.

3. Aku kuliah lagi. Yoi coi, aku kuliah S2. Dimana? Di ISI Denpasar lagi :) Setelah terlalu banyak cincong dengan idealisme yang terlalu berlebihan, ternyata memang sebaiknya aku kuliah lagi. Dan ternyata tidak seperti yang kubayangkan. Aku mengambil minat Penciptaan Seni karena secara dasarnya aku lebih suka menciptakan sesuatu daripada berpikir. Aku kira kuliah S2 bisalah dimudahkan, karena sudah ada pengalaman sebelumnya. Tapi ternyata itu salah sodara – sodara. Sampai kampus Pascasarjana, berasa bego. Otak berasa kosong dan bingung apa yang harus dilakukan (kayaknya aslinya emang bego sebenernya,,, hehehehe). Jadi, sekarang aku sedang menimba ilmu dengan berbagai macam pengetahuan yang ada. Doakan saya ya semoga lancar segalanya. Yang buat menyenangkan dari S2 ini adalah punya banyak temen baru yang rata- rata ga seumuran, bahkan banyaaak banget yang lebih muda. Tapi, muka gueh lebih muda… hahaha :) (maaf teman – teman)

4. Menjadi lebih dewasa dalam hubungan percintaanku dengannya. Bukan... bukan Dia. Hubunganku sama James Franco. Hahahahaha... sama suamiku lah. Setiap tahun selalu saja ada ujiannya. Dan di tahun 2013 ini merasa beruntung sekali memiliki suami sepertinya. Habis hebat sih, mau nemenin melahirkan hahaha, dan mau nerima segala kebodohan dan ketengalanku dalam menghadapi permasalahan dan penyakitku. Aku sayang kamu sayangs! Wakakakakakaka

Jadi sekarang aku adalah ibu dari 2 anak laki – laki yang lagi aktif – aktifnya. Satunya aktif banget mencari tahu dan bermain. Sedangkan yang satunya lagi aktif menyusui dan makan. Aku juga bekerja di bidang pendidikan yang menuntut aku berpikir dan mengayomi banyak anak. Aku juga kuliah, untuk masa depanku, yang tentunya menuntut pikiran dan fisikku. Aku punya suami yang membutuhkanku (ya kaaaannn, kamu perlu aku kaaaannnn????). So, kapan waktu buat aku sendiri? Dan buat SCRATCH & MAVIS? Hehehehe…
Jawabannya adalah suatu saat nanti ya :)

Thursday, September 19, 2013

Geledah tas artis

Berawal dari pertanyaan seorang teman yang suka kaget kalau ngelihat tasku dan bilang, "Isi tasmu apa aja sih?", aku jadi tergugah untuk membuat pos ini. Sebenernya aku sendiri suka ngga sadar apa aja yang kumasukin ke dalam tas. Kadang aku suka asal main celupin sesuatu yang kulihat dan berasa penting yang ternyata sama sekali ngga penting. Tapi untuk lebih jelasnya mari kita lihat, "Apa aja sih isi tas seorang Ririen?"


Sebagian isi tas yang bisa difoto :)

Dimulai dari penampakan si tas. Akhir - akhir ini aku suka pakai tas ransel buat ke kantor. Selain bisa muat banyak barang, tas ransel kurasa praktis dan aman jika dipakai ketika mengendarai motor. Ini tas clothingku sendiri bareng suami. Aku suka banget tas ini karena selain desainnya yang memang dibuat simple, juga karena muat banyak barang. Unisex juga sih, jadi cewek anggun kayak aku (buee, anggun darimananya), bisa dengan leluasa pakainya.
Ok, setelah lihat luarnya, mari kita lihat isinya :)

1. Dompet
Dompet pastilah jadi barang wajib buat semua orang. Ngga cuma cewek aja. Dompet yang aku pakai saat ini adalah dompet denim yang sudah lapuk. Belinya di Strawberry accesories store. Awalnya tertarik beli karena bentuknya yang unik dan warnanya biru, ternyata setelah digunakan tidak mengecewakan karena sesuai fungsi. Tempat kartunya banyak dan tempat menaruh uangnya juga banyak! Yah walaupun saku - saku tempat uang itu hanya kujadiin tempat nota - nota doang. Uangnya ngga ada. Wakakakakak... Isinya standar lah, uang kertas, uang receh, atm, kartu nama, sama kartu member.
Dompetku yang sudah lapuk

2. Hp
Hp ini kadang menjadi barang yang paling suka aku lupain tempatnya di dalam tasku. Kalau sudah ada di luar tas, pas aku mau masukin lagi, suka aku cemplungin gitu aja di tas. Jadi, kadang kalau mau cari si hp, semua barang bisa aku keluarin dulu dari tas. Hehehe...

3. Charger + Kabel Data + Headset
Seperangkat alat yang sangat menolong jika hp sudah mulai drop baterainya. Headset sendiri aku pakai buat dengerin musik ketika mengendarai motor. Lumayan perjalanan dari kantor ke Ketewel atau Gandaria. 

4. Kunci Motor
Nah, ini nih yang juga sebagai tersangka barang yang suka ngilang di tas. Kunci motor sama hpku itu sohiban sembunyi di salah satu bagian tas. Pas aku perlu mereka suka ngilang.

5. Kotak Pensil 
Kotak pensilku ini lumayan besar. Bisa muat segalanya deh. Dari pulpen, pensil, penghapus, rautan, kuas, staples, stabilo, dan lain sebagainya. Motifnya juga aku suka. Jokowi bangeett. Hehehehe...
Penampakan luar

Setelah dibuka

6. Breast Pump
Sejak memutuskan untuk memberikan Senna ASI Eksklusif, breast pump pun menjadi salah satu barang yang wajib dibawa ke kantor. Breast pump yang aku pilih adalah the fabulous Medela Mini Electric. Berdasarkan hasil browsing di internet, ternyata breast pump jenis ini yang paling banyak dipakai. Dan juga temen di kantorku, mba Astri, juga pakai breast pump yang sama :) Jadi kita bisa tukeran adaptor, wehehehehe

7. Apron Menyusui
Barang bawaan wajib berikutnya! Aku kadang menyebutnya The Invisible Coat / jubah tembus pandang. Ini aku minjem dari kakakku. Fungsinya buat nutupin aktivitas kita saat memompa. Soalnya aku mompanya di ruangan kerja jadi biar semua orang ngga heboh ngelihatin aku mompa. Hehehe...

8. Tempat alat make up beserta isinya
Sebenernya aku ngga suka make up-an, tapi sejak bekerja di tempat kerja sekarang memang dituntut harus dandan dan sering touch up :) Jadi mau ngga mau harus bawa bekal alat make up. Isi make up nya standar, tapi mereknya macem - macem hehe.
Isinya segini tapi yang dipakai hanya sekedar, hahaha
Sisanya uang receh sama sampah - sampah kertas. Kadang ada juga beberapa barang yang ngga kesengaja kebawa kayak sisir, gunting kuku, permen atau bahkan pampers Giri... 
Hehehe
Ya itu sih sekilas isi dari tasku. Semoga bisa memberikan informasi bagi para khalayak yang penasaran apa aja yang kubawa. Hahahaha (ge er amat sih kao). 

xoxo
Ririen
Monday, August 19, 2013

Good Bye Cory!

Aku termasuk perempuan yang mudah jatuh cinta. Cepet sekali ngerasain berbunga – bunga dan kalau melihatnya bisa kepikiran. Tapi bukan di dunia nyata. Aku seringnya jatuh cinta pada artis, hehehe… Kalau yang aslinya bisa gawat. Bisa dilempar ke sumur sama suamiku
Dulu waktu SD aku sangat tergila – gila dengan The Moffatts. Mungkin bagi anak zaman sekarang ngga ada yang tahu tuh The Moffatts itu apaan. The Moffatts adalah sekelompok anak lelaki bersaudara (4 orang) asal Kanada yang mengusung aliran Pop Rock. Mereka terdiri dari Scott (si Sulung), Clint, Bob dan Dave yang kembar. Band remaja yang masih sealiran sama Hanson dan Gil. Tahun 90an mereka ngetren banget di Indonesia. Bahkan saking tergila – gilanya aku sampai bisa setiap hari nongkrongin pedagang kartu hologram supaya bisa terus update kartu soal The Moffatts. Zaman itu pedagang kartu hologram juga ngeHITS banget lah.
The Moffatts :)

Dan sejak tahun 2009 aku cukup terbius dengan salah satu television series yaitu Glee. Selain karena mereka kalau nyanyi cover versionnya jadi lebih bagus, mungkin aku suka Glee karena ceritanya yang aneh dan dekat dengan zaman sekarang. Atau karena dulu pas SMA aku merasa dibully ya? (Ge Er). Dan dalam musical comedy television series itu aku sangat suka karakter dan pemeran Finn Hudson. Aku sangat menyukai Cory Monteith baik dari suaranya yang kasar, smirk atau senyumnya yang miring, tingkah polosnya  dan cara ia memandang Lea Michele, pacarnya yang memerankan Rachel Berry (yang juga jadi pacarnya di sitkom itu). And sometimes I feel I wanna be Lea Michelle just for one day. Just to feel being loved from Cory.

me and my fams!

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers